Kamis, 17 November 2022

TETES KERINGAT DI LANGIT JINGGA

 

TETES KERINGAT DI LANGIT JINGGA

Oleh: Nur Savira

 


Nur Savira itulah nama lengkapku, biasanya di panggil Savira ataupun Vira, Rintik juga boleh. Artinya “ Cahaya indah yang bergemerlap “ kata orang tuaku ini akan berhubungan dengan kepribadian dan first impression orang ke aku bak seperti melihat gemerlap cahaya, entah benar atau gimana. Aku adalah gadis pendiam namun memiliki sejuta cerita dalam Diary & coretan gambarku, ohiya aku lahir di Kabupaten Dompu, Kabupaten kecil yang ada di Nusa Tenggara Barat, alhamdulillah sekarang sedang menempuh pendidikan pada program studi matematika murni di perguruan tinggi negeri Universitas Mataram (UNRAM). Berbicara tentang impian, kita pasti punyakan impian yang indah? , sama aku juga. Impian adalah sebuah tujuan hidup bagi aku, sebuah tujuan yang sangat mudah untuk diangankan namun butuh perjuangan untuk dapat meraihnya. Dalam meraih impian tentu ada susah dan senang, namun jika kita sudah bisa mencintai impian itu semua akan terasa mudah, kita juga harus sadar bahwa saat impian itu berhasil kita wujudkan, saat itulah kita akan lupa betapa lelahnya selama ini kita memperjuangkan impian itu, iya kan?. Alhamdulillah setelah sekian lama bermimpi untuk melihat indahnya langit jingga di atas awan, allah mengabulkannya impian aku melalui orang-orang hebat nan luar biasa di sahabat pena yang memberikan aku kesempatan menjadi delegasi inisiatif pemuda pena Indonesia pada program pemuda menyapa dunia #2 di Malaysia dan Thailand ( www.sahabatpena.org ). Kisah ini aku memulai dengan tanggisan atas kebingungan dan ketidaktauan…

***

Ketidaktauan? iya aku tidak tau tentang skenario Allah yang paling indah di pengujung tahun ini untuk ku, aku tidak tau do’a yang keberapa sehingga bisa sampai ke arsy’nya Allah, aku tidak tau amalan yang mana aku lakukan sehingga allah memberikan hadiah ini, dan aku tidak tau sehebat apa do’a kedua orang tuaku untuk diri ini. Melalui sahabatku, aku mengenal apa itu inisiatif pemuda pena, sahabatku menceritakan kisah indahnya bertemu orang-orang hebat di sana dan program yang begitu luar biasa, sehingga dia merekomendasikan aku untuk ikut program keduanya. Aku terdiam rasanya sulit dan tidak mungkin aku bisa gapai juga, tapi di sini hebatnya dia selalu menyakiniku bahwa kesempatan itu tidak ada yang tau, dan mencoba itu tidak rugi, sehingga aku yakin mendaftarnya. Setelah mendaftar dan alhamdulillah lolos seleksi administrasi untuk bisa menjadi peserta PENA Menyapa Dunia #2, kemudian aku belajar lebih keras lagi untuk tahap selanjutnya, soal hasil? Jujur saat itu bener-bener aku tidak terlalu memikirkannya, karena dibalik hasil yang indah ada usaha yang luar biasa, dan aku ingin belajar dari usaha yang sudah aku perjuangankan.

Hembusan anila di sore hari sangat menyejukkan hati ini sebari di temani es kelapa di tempat favoritku, saat itu aku tiba-tiba mendapatkan notifikasi email bahwa aku dinyatakan lolos ke tahap interview, tahap terakhir dari segala tahap dan selalu kegagalan yang aku dapatkan setiap tahap ini, namun sore itu rasanya sangat berbeda, tidak seperti biasa, hatiku dibuat tenang oleh allah. Apakah mungkin kali ini keberhasilan menghampiriku?, hanya allah yang tau saat itu. Tidak terasa keesokan harinya pukul 23.05 wita saatnya aku untuk di interview oleh kakak-kakak penyeleksi dari Sahabat PENA, sebelum pukul jam itu berubah di laptopku, aku prepare segala macam dari membaca, memperlajari kembali pertanyaan-pertanyaan yang sudah aku isi di tahap awal, outfit, wifi dan tidak lupa air minum di samping, karena anaknya sering dehidrasi terus lupa deh mau ngomong apa nantinya hehe. Sebelum memulai aku berdoa semoga bisa menyapaikan dengan baik dan lancar, dalam hati kecil ada 1 harapan yang aku tanam, melalui program ini semoga bisa menjadi jembatan bagi diriku untuk menggambil ilmu agar nantinya bisa aku bagikan kepada murid-murid ku.

Tanggisan atas kebingunggan? Aku menangis disini, menangis sejadi-jadinya, mungkin seperti orang yang putus cinta, bisa di bilang seperti itu.  Aku kira perjuanganku sudah selesai saat di nyatakan lolos sebagai salah satu penerima fully funded, namun itu salah besar! Perjuangan sebenarnya itu mulai dari sini. Hari jum’at  9 september 2022 pukul 08.55 wita notif telefon dari sahabatku menggabari bahwa aku lolos, karena selepas interview aku tidak ingin membuka sosial media lagi, karena kebiasaanku begitu setiap kali mengikuti apapun. Awal mendengar pengumuman itu tentu yang pertama aku menangis dan merendahkan kepala langsung sudut syukur kepada Allah, saat itu aku masih belum percaya sehingga aku sempat menggira dan meragukan bahwa itu orang lain yang meminjam fotoku saja bukan diriku, Namun itu bener adalah diriku, aku merasa ini kado akhir tahun yang amat sangat indah, hanya sekedar mimpi dari sebuah lukisan yang sering ku gambar, kini akan segera menjadi kenyataan yang akan ku lihat langsung.

Tanggisan kedua berawal dari pembuatan pasport, pertama akunku untuk pembuatan paspor lewat online tidak valid, sudah berapa kali mencoba, beberapa email ku gunakan hasilnya tetap sama. Mau tidak mau aku putuskan untuk mengisi secara offline walau harus mengantri dikantor Imigrasi kota mataram,  kemudian bolak balik mencari materai 6000 yang tidak ada, selanjutnya ada berkas yang tidak sesuai yaitu perbedaan jumlah huruf pada nama antara KTP dan Akta Kelahiran ku, awalnya di terima tetapi pihak sistem menolak, keputusanya harus memilih salah satu mau ikut yang mana, sesuai Akta Kelahiran atau KTP. Sekalipun aku memilih salah satunya tetap saja berkas yang berbeda harus diurus untuk menjadi sama, dan itu memakan waktu, sedangkan jarak rumah orang tuaku dengan aku sekarang 12 jam perjalanan dan harus menyebrang pulau, lagi-lagi aku merepotkan kedua orangtua untuk mengurus pergantian KK dan KTP ku yang terbaru agar sesuai dengan Akta Kelahiran, otomatis pembuatan paspor tertunda dan memakan waktu lagi, sempat takut karena waktu semakin dekat, hatiku takut tidak akan keburu dengan waktu pembuatan, tapi alhamdulillah perjuangan dan doa orangtuaku allah mudahkan jalanya.

Tanggisan ketiga, kali ini rasanya semua perjuangan sia-sia,  impianku hanya akan menjadi mimpi yang tak kunjung nyata, orang-orang diluar sana pasti akan menggunjing ku, rasa kecewanya kedua orang tua, dan jujur saat itu aku sudah mengikhlaskan kesempatan ini, karena menurutku tahap berkas ini adalah hal yang penting. Tapi sungguh aku lupa diri bahwa aku mempunyai allah yang paling agung, yang bisa berkendak akan dunia dan seisinya. Berkas vaksin ku bermasalah, setelah membaca kalimat itu mungkin kalian sudah bisa membayangkan apa yang aku rasakan saat itu😊, kalau kata ustadzah hanen akira “Jangan panik dulu, jangan menyalahkan ombak, jangan pernah mempertanyakan  apa yang allah lakukan. Karena kilaunya kamu justru akan muncul karena ada tantangan, lalu kenapa harus ada tantangan? Karena memang kamu butuh tantangan, untuk kamu yang paling indah.”

Pertama yang aku lakukan, balik ke RSUD kota lagi, ternyata bagian pengurusan vaksin tutup di hari itu, langsung datang hari senin aja ya mba kata petugas RS saat itu. Langkah kedua aku coba konsultasi dengan Mba ku salah satu Dokter di RS Universitas Mataram, beliau bilang pengurusan berkas biasanya ditunggu min. 3x24 jam, ada kabar baik. Namun itu kecil kemungkinannya dan bahkan tidak bisa lanjutnya, jujur disini aku remuk redam tapi aku harus tenang dulu, karena hari senin belum terjadi. Langkah ketiga aku mencoba menghubungi dan konsultasi lagi dengan bibi ku yang ada di RSUD Kab. Dompu, aku minta segala sarannya. Langkah keempat aku mencoba menghubungi pihak panitia pena dan menjelaskan apa masalahku sehingga aku bisa mendapatkan beberapa saran dan solusi lain lagi. Aku berusaha menahan air mata dengan membeli makanan, ketempat-tempat yang menjadi favoritkunya, agar aku bisa menenangkan pikiran, Langkah kelima aku mencoba menghubungi kepala laboratorium provinsi hasilnya juga masih sama. “tenang ka” 1 kata dari kaka-kaka pena yang membuat diriku sedikit lebih tenang lagi saat itu.

Senin hari yang ku tunggu, aku ke RSUD Kota konsultasi namun hasilnya masih sama, keesokannya harinya balik ke RSUD Kota lagi, lagi dan lagi,  akhirnya aku direkomendari untuk bertemu dengan dokternya langsung, hasilnya? Tetap sama dan beliau menyarankan untuk mencoba menghubungi pihak peduli lindungi langsung, diarahakan apa saja step yang di lakukan dan nomornya, otomatis pihak RS lepas tangan. Aku mencoba konsultasi lagi, minta solusi lain, minta bantuan dan saran lain, lagi dan lagi hasilnya tidak ada.  Aku pulang pergi ke tempat favoritku dan ya kalian pasti tau apa yang terjadi selanjutnya, nangis? Iya aku nangis. Berderai-derai air mata yang sudah aku tahan tidak bisa di bendung lagi, tubuh ku yang sudah capek di ajak berjuang, waktu yang terkuras sia-sia, masalah yang tak kunjung ada solusi dan usaha yang tak bertemu hasil. Aku merasa gagal memperjuangankan mimpi ini, hampir 1 minggu aku menangis, tidak selera makan, asupanku hanya air mata dan tenagaku hanya untuk ibadah.

Lawan ya, pasti di lancarin semuanya, ada jalan, aku yakin kamu pasti akan terbang! Tersenyumlah kamu masih punya allah serahin semuanya. Kalimat luar biasa yang sahabatku selalu transfer ke diri ini. Aku bangkit, aku lebih dekat lagi dengan allah, dan aku ikhlas. Apapun yang membuatku teringat lagi dan sedih aku selalu berdoa dan minta untuk dihalangkan rasa sedih itu karena savira sudah ikhlas ya allah, teruslah berlayar dan tetap ucapkan Alhamdulillah. Waktu semakin dekat aku membuat check list yang harus di sediakan, dari mengajar banyak yang aku persiapkan, aku belajar cara public speaking dengan baik, cara mengajar anak sd yang menyenangkan, cara membaca psikologi anak, dan cara komunikasi yang asyik untuk teman baru. Karena jujur aku introvert, karena sekarang aku di beri kesempatan menjadi delegasi fully funded, jadi harus bertanggung jawab dan bisa mengajak teman-teman delegasi lain yang mungkin pendiam sepertiku agar mau berbaur. Karena jangan pernah menunggu orang lain akan peduli tetapi harus kita dulu yang mau peduli. Kemudian persiapan barang-barang pribadi lain dan alat ngajar. Walau ketidakpastian yang aku jalani sekarang entah bisa berangkat atau tidak tapi aku tetap melakukan apa yang harus ku persiapkan dan hanya berharap kepada tuhan apapun hasilnya nanti. “ Liyabluwakum ayyuqum akhsanu amala ” Allah ingin melihat kamu,  bagaimana menciptakan amalan-amalan terbaik yang kamu miliki itu seperti apa. Apakah seindah pelangi? atau sekeren bunga tulip yang ada di belanda sana?. H-1 minggu sebelum keberangkatan allah memberikan kuasanya, jalan, pertolongan, kemudahan, dan takdir baik untuk ku, sehingga aku mendapatkan 1 kisah indah, ilmu yang mahal dan kebahagiaan yang akan ku ceritakan selanjutnya.

1 kisah indah? Sangat indah, Jakarta, kini aku melihatmu walau aku tidak bisa menetap untuk seluruhnya tahu tentangmu. Berawal di malam hari ada 2 teman cowok yang menungguku  di gate 2 terminal 3 bandara soekarno hatta, sedangkan aku masih di Bekasi hehe, dengan senyum  dan keramahan mereka menyambut ku walau sebelumnya belum berjumpa langsung namun begitu baik. Senyuman dan keramahan first impression yang aku dapatkan, dari teman-teman lain hingga kaka kaka panitia yang sangat ramah, seakan bertemu teman lama yang kini berjumpa lagi rasanya, terlihat begitu akrab sekali. Sudah bisa di tebak bahwa mereka semua adalah orang-orang pilihan yang allah pilih untuk di pertemukan dengan ku. Keakraban kami dimulai di salah satu tempat duduk didepan sate khas senayan dibandara, tempat duduk yang berhadapan yang sangat pas untuk mahasiswa rantauan seperti kami. Tak ada rasa saling pamer sedikitpun di antara mereka semua, topic pembahasan yang kami bahas juga hal-hal sederhana, seperti mampir beristirahat di masjid istiqlal, ketiduran yang hampir ketinggalan kereta, bunyi pesawat seperti orang sedang las besi, budaya dan kebiasaan dikampus, kemudian   asal kami, sambil nyemilin jajan yang wajib dicoba satu persatu, lelucon yang mengelitik perut. Dari yang tidur pake sarung yang dikira maling, orang yang tidur dikira teman sendiri dan bisa-bisanya ada yang ketiduran ditoilet, kemudian ac bandara yang di anggap cctv yang gede dan berebut untuk masuk frame foto paspor.  Bisa kalian bayangkan gimana lucu dan serunya malam itu.

Tidak terasa waktu keberangkatan pun tiba, saat-saat dimana aku akan melihat indahnya langit jingga di atas awan di negeri tetangga yaitu Malaysia. Sebelum menaiki pesawat notif telefon dari ibuku masuk, bertanya apakah diriku baik-baik saja? Gimana bertemu orang-orang hebat, bahagia nak? Sebelum sambungan telefon berakhir ibuku berpesan semoga lancar barokah and always happy peri cantik. Selama perjalanan menuju kuala lumpur mungkin mataku beristirahat hanya 20menit saja, karena tidak mungkin aku melewatkan melihat keindahan langit jingga diatas awan, sambil memeluk ara (itu nama boneka ku) melihat dan menikmati keindahan ciptaan tuhan ini, hingga akupun mengabadikannya. Rasa syukur tak terhitung yang selalu terucap dimulutku saat melihat keindahan itu, sungguh indah. Lebih indah dari ekpetasiku, lebih dari yang aku gambar dan lebih indah dari yang biasa aku lihat dibalkon rumah. Akhirnya kami sampai di Bandara Kuala Lumpur, hari pertama kami culture visit dimana di perkenalkan sebagian kemewahan yang dimiliki oleh Malaysia. Berkunjung ke istana  perdana menteri Malaysia, masjid Putrajaya, Putrajaya, Dataran merdeka, Menara Petronas, dan Pasar seni, disini sudah jelas yang aku incar adalah coklat hehe. Selama perjalanan menuju pulau penang yang sungguh indah aku banyak belajar bahwa dibalik megahnya bangunan indah yang kokoh berdiri, ada perjuangan yang hebat dibalik itu semua. Akhirnya aku sadar, hidup yang tidak dikorbankan adalah hidup yg tidak akan pernah di menangkan.

Hari kedua, hari yang aku tunggu yaitu bertemu dengan adek-adek di Sanggar Permai Penang dan membagikan hal sederhana yang aku miliki ke pada mereka, namun sebelum aku bertemu dengan mereka hatiku terenyuh sambil menaiki anak tangga, melihat tempat mereka untuk menimba ilmu, ruangan yang kecil, jalanan yang sempit. Namun semua itu tidak mengurung niat mereka untuk semangat belajar. Kami mengajarkan banyak hal kepada mereka dan aku mengenalkan sedikit tarian tradisional yang dimiliki suku tempat aku lahir “tari wura bongi monca” namanya. Teman-teman lainpun begitu juga, mengenalkan budaya asalnya, banyak hal yang membuat mereka sangat bahagia. Kemudian yang tidak kalah seru saat mengunjungi sanggar permai yaitu waktu sharing session bersama para pengurus dan pengajar disana. Bapak khogaeni atau biasa di sebut pak’e, beliau adalah salah satu pendiri dari Sanggar Permai Penang yang berbagi cerita tentang bagaimana perjuangan pendidikan anak-anak PMI (undocumented).

Sepulang dari mengajar kami berkunjung ke Konsulat Jendral Republik Indonesia Penang (KJRI), disini kami dijamu dan disambut dengan hangat bak seperti bertemu keluarga, masakan Indonesia tentu di sediakan di sini dan tidak lupa milo hangat nya hehe. Kemudian sharing sesioan dan tanya jawab. Alhamdulillah disini aku berkesempatan bertanya dan tau bagaimana prospek kerja KJRI Penang di 3 wilayah fokusnya yaitu Penang, Perlis dan Kedah, jelas prospek kerjanya diatur melalui MoU, tidak lupa terkaid bagaimana kerja sensus penduduk yang ada di sana. dimana dari pemutakhiran data jelas melalui aplikasi yaitu Portal Peduli WNI namanya, kemudian ada Safe Travel yang dibuat dan dikembangkan oleh Kementerian Luar Negeri RI. Aplikasi ini berisi informasi praktis yang diperlukan oleh warga negara Indonesia (WNI) yang akan atau sedang berada di luar negeri dengan berbagai keperluan masing-masing (wisata, studi, TKI, bisnis, dsb). Total 60.610 WNI dengan rincian daftar penduduk untuk Penang 50.628 (83,5 %), Perlis 489 (1%) dan Kedah 9,493 (15,5%). Sungguh mahal sekali ilmu yang aku dapatkan disini dan melalui tulisan ini aku membagikanya. Keseruan kami tidak sampai di 2 tempat itu saja, sepulangnya dari KJRI Penang kami mengunjungi bangunan Majlis Bandaraya Pulau Pinang dengan suguhan pantai yang indah di sampingnya. Masya allah bangunan putih yang kokoh berdiri megah begitu indah.disini, sambil menikmati sore hari kami mengabadikan moment dengan berfoto, kemudian mencicipi Pasembur rojak khas Penang, Es ABCD nya upin-ipin yang sering ku tonton dan aku takjub dengan lilin yang ada di salah satu spot tempat yang katanya sebelumnya di rayakan hari happy deepa’vali, akupun mengabadikanya.

Penutup di hari itu kami mengunjungi tempat makan khas penang yaitu Nasi Kandar dan tidak lupa ice cream ovamaltin karena kitkat kosong hehe. Ternyata keseruan belum sampai disini untuk hari kedua, saat selesai bersih-bersih dan rebahan di kamar hotel, tiba-tiba mba rere teman sekamarku mengajak makan durian yang jual didepan hotel bersama teman-teman lain. Aku sebagai pencinta durian garis keras tidak bisa menolak ajakannya, usut punya usut kami berlanjut keliling dimalam itu ya seputaran wilayah dekat hotel, kali pertama jalan-jalan di atas jam 10 malam di negeri orang, sungguh pengalaman yang luar biasa. Sambil menikmati sejuknya malam ditemani indahnya bintang di langit ternyata tidak semenyeramkan itu dunia di malam hari. Tidak hanya keindahan yang kudapat saat itu tapi rasa syukur juga, karena tidak sedikit banyak orang yang tidur di JPO, sudah larut malam masih bekerja dll, akhirnya tempat Mcd Penang tempat terakhir kami, sehabis makan dan bercanda ria aku dan Mba rere memutuskan pulang lebih dulu karena sudah ngantuk sambil menaiki grab yang di pesan.

Agenda kami hari ke tiga yaitu berkunjung ke Universita Sains Malaysia, tidak henti mengucapkan masya allah saat memasuki kampus ini, diri ini serasa masuk kedalam dunia imajinasiku bahwa ada kampus didalam taman yang begitu luas. Asri, seakan sedang berwisata ke pucak sangat indah sekali, kami di sambut begitu ramah, kemudian sharing session dan tanya jawab dari beberapa pertanyaan yang dilayangkan oleh teman-teman delegasii, tak disangka kami di ajak berkeliling dan diperkenalkan tempat-tempat yang ada di USM. Ada satu spot yang paling menggambarkan diriku, mengambar dunia imajinasi ku dan seakan bak seperti jadi peri sehari hehe yaitu pada area belakang salah satu bangunan di USM yang dikelilingi rumputan hijau dengan pepohonanya yang indah, i am so happy. Selepas berkeliling kami berkunjung ke teman-teman PPI yang ada di USM, lagi-lagi aku terkejut, apakah ini ruangan pribadiku? Speechless, ruangannya sangat indah, tiap dindingnya di hiasi oneline drawing (sebuah teknik menggambar suatu benda dengan satu garis kontinyu tanpa putus, dari realitas bentuk awal ayam yang detil ke bentuk yang paling sederhana), warna ruangan yang soft membuat segar mata memandang, perpaduan yang sangat indah.  Kemudian keseruan sharing session yang tiada henti, hingga aku tidak menyadari tertidur beberapa menit, efek lelah mungkin tapi tidak lama ko hanya sebentar saja hehe. Sepulangnya kami dari USM kami langsung bergegas menuju agenda selanjutnya ke negeri tetangga yaitu Thailand.

Hari terakhir kami mendapat kesempatan untuk bisa berkunjung ke Negara Thailand yaitu provinsi Songkhla kota Hat yai, karena saat memasuki wilayah Thailand di malam hari kami tidak terlalu bisa melihat keindahanya namun selama perjalanan begitu seru, tau tidak kenapa? kami di ajarkan bahasa Thailand! Kebahagiaan, senyum dan tawa menjadi satu saat malam itu, dari belajar bahasa hingga berhitung hehe. Seperti ucapan selamat datang “sawadee kha” (untuk perempuan), sawadee kab (untuk laki-laki), kemudian Savira na kha ( aku Savira), 'Khob jai maak na wei' (terima kasih banyak) dan berhitung dari 1 hingga 10 yaitu neung(1), soong(2), saam(3), sii(4), haa(5), hok(6), jet(7), aaet(8), kao(9), sip(10). Bisa dibayangkan seseru apa saat malam itu, kemudian kami bersinggah untuk makan malam di salah satu tempat makan all you can eat seafood yang ada di hat yai Thailand. Keseruan kami tidak hanya saat belajar bahasa Thailand tadi tetapi saat makan juga. Disini sedikit ada kebinggungan, karena binggungan ingin memilih seafood yang mana, memilih nasi yang mana, hingga air minum, kamipun binggung tempatnya dimana saja, ingin bertanya pun sulit karena didaerah wilayah kota ini masih sedikit penduduknya yang bisa mengerti bahasa Inggris, masih sangat kental akan bahasa nya sendiri. Namun aku hanya tertuju pada 1 antrian yang lumayan panjang, kalian sudah pasti bisa tebak antrian apa, iyap betul sekali antrian ice cream. Antrianya cukup panjang, tiap orang yang mengantri lebih dari 1 mangkok yang di bawa. Aku paling suka yang rasa vanilla, dan jelas 2 kali kloter aku mengambilnya hehe. Kebersamaan yang kurasakan disini, satu sama lain saling berbagi untuk di icip makanan yang di ambil, kemudian sama-sama menunggu makanannya matang, hingga saling menghabiskan makan, karena all you can eat mau tidak mau tidak boleh ada yang tersisa, dan saat saat itu sungguh seru dan indah.

Thailand, aku sangat suka dengan salah satu minumanmu yaitu thai tea, kini tak disangka aku bisa meminumnya langsung asli di tempatmu. Banyak tempatmu yang aku kunjungi yaitu Kaysorn tempat souvenir mu, Wa Phranon Laen Pho, Ko Yo, Songkhla Thailand, kemudian mencicipi ice cream kelapa dan rujak khas Thailand, Pantai Samila yang mempunyai icon patung putri duyung yang di percaya tempat untuk mecari jodoh, dan terakhir the central mosque of Songkhla. Terima kasih Thailand untuk budaya, bangunan serta kisahmu yang bisa aku petik dan menjadikan pelajaran untuk hidupku kedepanya. Aku izin pamit pulang balik ke negara ku ya semoga kita berjumpa lagi dengan kisah selanjutnya. Perjalanan menuju malaysia kami tempuh lagi, selama perjalanan aku hanya bisa menikmati pemadangan melalui jendela mobil sambil melihat langit yang kian gelap, jalanan yang kian rame dihiasi lampu dan serta  gedung megah dengan lampunya sendiri, banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan pada ke 2 negara tetangga yang aku singgahi, sungguh sedih rasanya karena kini aku segara balik ke Indonesia, rasanya sanggat cepat namun begitu indah kenangannya. Perpisahan memang tidak mudah di lakukan, karena pada dasarnya sifat manusia ingin memiliki bukan melepaskan. Namun tanpa adanya perpisahan ruang rindu dan kasih sayang itu tidak akan ada.


Ya Allah sungguh engkau baik sekali meranggkai ceritaku sehebat ini, dengan hati yang lapang aku menunggu dan berusaha bertahan dengan segala macam alur untuk menggapai mimpi ini sampai bisa engkau membuatku melihat indahnya langit jingga di atas awanmu.

R i n t i k ~

Terimakasih banyak untuk sahabat pena, kedua orangtuaku untuk do’anya yang sungguh hebat, teman-teman delegasi dan kamu.

                      Bringing the goodness Bringing ourdreams.





1 komentar:

TAPAK MANEMBAH

Tapak Manembah   Ada luka yang tubuh ini sembunyikan dari pandangan orang lain.  Bukan karena aku tak mau menceritakan, tetapi karena kata...