Pagi ini
Bumantara terlihat begitu indah
Tampak mega bersinar cerah
Seakan aku ingin menceritakan sesuatu
Harsa mungkin
Terdengar hembusan anila yang tenang
Seperti tidak ada alasan tuk lara
Terdapat pula bunga yang nampak elok nan indah
Tak sadar sebuah lengkungan terbentuk
Lengkungan senyuman di bibirku
Kaprah, ku melihat sekitar
Mata ini tertuju kepada gadis kecil
yang menari dengan rasa harsa
Disisi lain, ku melihat pemulung jalan
Rupanya dia sedang lara
Pikiran pun mengajak berkenalan
Memikirkan kehidupan masa depan
Memikirkan asmara
Memikirkan masalah silih berganti
Memikirkan masa lalu sedikit kelam karenanya
Bahkan terlintas di pikiranku
Mengapa sampai saat ini aku tak menjadi
apa-apa
Mengapa sampai detik ini aku tetap
di tempat yang sama
Tanpa ada kemajuan
Tanpa sadar ku terjatuh terlalu dalam
Tergores dari dalam
Tak terlihat namun terasa
Teringat
Ada beban yang memberatkan pundak
Ada tunggu yang menjelma jadi tangis
Haruskah tangis mengalir kembali
Dan haruskah aku berdiam lagi
Ingin bergerak
Ada batas yang selalu menghambat
Ingin menggapai
Terhalang ragu
Di takuti angan
Merasa bisa
Menembus asa
Membayar sebuah rasa
Untuk setetes keringat juang
Walau tak terbayar uang
Merangkak naik
Tanpa anak tangga
Walau kaki tak mampu melompat
Ada tangan yang siap menggapai
Dan
tak sia-sia
Inikah aku?
Sehebat ini aku?
Tanpa sadar
Ternyata aku diatas
Dan sudah melawan batas
Aku yang sekarang
Bukanlah aku yang mengarang
Ku buktikan
Dengan sebuah tindakan
Dengan hal yang berkesan
Tiada angin melawan
Namun sejuk hadir rupawan
Kembali semangat
Bukan mimpi
Bukan halusinasi
Memerdekakan diri sendiri
Realita kehidupan nyata
Melangkah maju
Tanpa ragu
Untuk capaian yang ingin ku tuju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar