Minggu, 06 November 2022

Puisi ~

 

Pagi ini

Bumantara terlihat begitu indah

Tampak mega bersinar cerah

Seakan aku ingin menceritakan sesuatu

Harsa mungkin

 

Terdengar hembusan anila yang tenang

Seperti tidak ada alasan tuk lara

Terdapat pula bunga yang nampak elok nan indah

Tak sadar sebuah lengkungan terbentuk

Lengkungan senyuman di bibirku

 

Kaprah, ku melihat sekitar

Mata ini tertuju kepada gadis kecil

yang menari dengan rasa harsa

Disisi lain, ku melihat pemulung jalan

Rupanya dia sedang lara

 

Pikiran pun mengajak berkenalan

Memikirkan kehidupan masa depan

Memikirkan asmara

Memikirkan masalah silih berganti

Memikirkan masa lalu sedikit kelam karenanya

 

Bahkan terlintas di pikiranku

Mengapa sampai saat ini aku tak menjadi apa-apa

Mengapa sampai detik ini aku tetap

di tempat yang sama

Tanpa ada kemajuan

Tanpa sadar ku terjatuh terlalu dalam

Tergores dari dalam

Tak terlihat namun terasa

 

Teringat

Ada beban yang memberatkan pundak

Ada tunggu yang menjelma jadi tangis

Haruskah tangis mengalir kembali

Dan haruskah aku berdiam lagi

 

Ingin bergerak

Ada batas yang selalu menghambat

Ingin menggapai

Terhalang ragu

Di takuti angan

 

Merasa bisa

Menembus asa

Membayar sebuah rasa

Untuk setetes keringat juang

Walau tak terbayar uang

 

Merangkak naik

Tanpa anak tangga

Walau kaki tak mampu melompat

Ada tangan yang siap menggapai

Dan tak sia-sia

 

Inikah aku?

Sehebat ini aku?

Tanpa sadar

Ternyata aku diatas

Dan sudah melawan batas

 

Aku yang sekarang

Bukanlah aku yang mengarang

Ku buktikan

Dengan sebuah tindakan

Dengan hal yang berkesan

 

Tiada angin melawan

Namun sejuk hadir rupawan

Kembali semangat

Bukan mimpi

Bukan halusinasi

 

Memerdekakan diri sendiri

Realita kehidupan nyata

Melangkah maju

Tanpa ragu

Untuk capaian yang ingin ku tuju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TAPAK MANEMBAH

Tapak Manembah   Ada luka yang tubuh ini sembunyikan dari pandangan orang lain.  Bukan karena aku tak mau menceritakan, tetapi karena kata...