MAAF KARENA TERLALU BANYAK
MENYALAHKAN
Beberapa hari kebelakang, pasti
kepalamu berat.
Terlalu banyak tanpa sadar
membandingkan pasti membuatmu tiba-tiba pusing.
Padahal lebih banyak yang berada
diluar kendalimu tapi tanpa sadar kendali itu hilang dan merebut semua jatah
berpikirmu untuk meragukan dirimu sendiri.
jika mereka bisa, kenapa aku tidak.
jika mereka terlihat begitu
gampang, mengapa bagiku susah sekali.
jika semuanya tidak seperti
sekarang, pasti akan lebih baik.
semua kata ‘jika’ itu bahkan tidak
pernah keluar dari mulutmu, hanya berputar-putar selalu di kepalamu yang tidak
berhenti berbicara.
ada berbagai macam penolakkan
bersarang dihatiku,
lebih sering dipendam. karena bagi
media sosial, yang boleh diperlihatkan hanya sesuatu yang patut disanjung,
dipuji, bukan sesuatu yang penuh keraguan dan kesedihan.
jadi, seperti sekarang. kadang
matamu redup hanya karena merasa hanya kau yang merasa saat ini bertarung
dengan rasa ingin menyerah dan penolakkan.
aku berbicara dengan seseorang yang
saat itu tengah berat sekali hatinya. dia tidak akan dengar aku, sebab aku
berada di ruang waktu bernama masa depan. meskipun dia tidak bisa lihat aku,
aku selalu merasa bahwa dia berada disini, bersamaku,
semua hal yang membuatmu tertekan,
itu karena kau selalu menganggap dirimu tidak berharga. tiap detikmu, usahamu
bahkan tidak pernah kau hargai. bahkan ketika lelah, kau menganggapnya lemah.
Maaf karena terlalu banyak
menyalahkan…
sejak awal kita tau, ini bukan
sesuatu yang kita kendalikan, untuk berada di sebuah kehidupan yang ceritanya
tidak bisa kita pilih, semuanya sudah bergaris panjang dan berujung.
aku harap kamu bisa menerima
pelan-pelan
tidak lagi melihat kanan kiri dan
berharap berada di kehidupan orang lain.
kecil atau besar cerita kita, hidup
ini milik kita. entah hanya menjadi puing kecil di muka bumi ini, atau menjadi
seseorang yang paling dikenal sekalipun, hidup ini milik kita, setidaknya.
aku berharap suatu saat, kamu akan
menemukan cara untuk tersenyum melalui sesuatu yang kecil. cukup hanya melalui
hal kecil, lalu kumpulkan dan buat sesuatu itu sebagai alasan-alasan untukmu
menjalani hari yang berat.
rasa takut yang besar itu, tidak
akan menjadi semenakutkan itu lagi. karena mau tidak mau, kau akan hadapi
mereka. meskipun kau selalu merasa tidak pernah mampu.
lain kali, di masa depan, aku akan
bertemu lagi denganmu.
untukku juga, yang masih sering
menyalahkan.
semoga saat hatiku diselimuti rasa
syukur, aku bisa menelan seluruhnya, meskipun aku akan merasa kurang lagi
setelahnya. karena menjadi hal paling wajar, saat manusia selalu merasa dirinya
kurang.
jadi, meskipun begitu. aku harap.
aku dan kamu, kita tidak perlu
terlalu banyak menyalahkan.
