MALAM TAK BERJUDUL
sepasang mata di cermin
seorang pembohong mahir
tawanya tak kenal kalah penuhi ruang seisi
tapi sayang, tidak untuk hari ini
luka yang diam seribu bahasa
lalu yang selalu bersisa
merintih, meronta ia di dalam sepi
terlatih, terbiasa di dalam sunyi
seperti cahaya rembulan di langit
hiasi angkasa dan s’gala jiwa yang sunyi
dan bila bintang-bintang tak berkenan ‘tuk hadir
kau masih pantas mimpi indah malam ini
beranjak setengah hati
berjuang setengah mati
masih ramai, masih di antara dua telinga
yang patah tak s’lalu dapat terobati
kamu sudah melakukan semuanya dengan baik,
tak ada yang perlu di khawatirkan
semuanya akan berjalan baik-baik saja
setidaknya biarkan hari ini sebagai
waktu untuk beristirahat jika
semuanya sudah terlalu melelahkan.
kita bisa usahakan sekali
lagi besok pagi, ya?
